Yogyakarta,
6 Juni 2017
Yth.
Wakil Dekan I
Bidang
Akademik dan Kemahasiswaan
Fakultas
Pertanian
Universitas
Gadjah Mada
Dengan
Hormat,
Saya
yang bertanda tangan dibawah ini,
Nama : Katya Chrissadewi Lucia
NIM : (sensor)
Fakultas : Pertanian
Program
Studi : Sosial Ekonomi
Pertanian/Agrobisnis
Sehubungan
dengan Ujian Akhir Semester yang telah berlaku pada hari : Selasa, 30 Mei 2017
dan Rabu, 31 Mei 2017, saya memohon dengan sangat untuk mengikuti ujian susulan dengan:
Mata
Kuliah : Ekonomi Produksi
Pertanian
Dosen
Pengampu : S(sensor), S.P., M.Sc.
Dan
Mata
Kuliah : Manajemen
Finansial
Dosen
Pengampu : Ir. Ken (sensor), M.S.
Permohonan
ini saya buat dikarenakan pada hari tersebut saya tidak dapat mengikuti Ujian
Akhir Semester dikarenakan sakit campak. Saya berharap ujian susulan dapat
segera dijadwalkan mengingat saya mengikuti KKN-PPM UGM periode antar semester
di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara yang akan dilaksanakan mulai
tanggal 10 Juni 2017 sampai dengan 10 Agustus 2017. Surat dokter beserta hasil
pemeriksaan, fotokopi kartu ujian dan fotokopi lembar pemesanan tiket
keberangkatan KKN saya lampirkan sebagai pertimbangan.
Demikian
surat permohonan ini saya buat dengan sebenarnya dan atas perhatian Bapak saya
ucapkan terimakasih.
Hormat
saya,
Katya
Chrissadewi Lucia
Yak betul, itu tadi adalah surat permohonan ujian susulan saat kuliah dulu. Kali pertama dan terakhir aku tidak mengikuti ujian akibat sakit. Entah kenapa, di akhir semester yang super padat itu aku dihadapkan sakit campak yang telat penanganannya. Awalnya kupikir aku demam biasa setelah beberapa hari yang lalu aku pergi praktek lapangan ke sebuah kebun dan pabrik karet. Pikirku "oh mungkin kecapekan", tapi ternyata tidak cuy. Hari pertama ujian aku sempat masuk dan mengisi ujian dengan cepat (dengan hasil B hahaha bersyukur). Kala itu kepala sudah seperti diketok-ketok palu dan muka sangat panas yang kemudian ternyata memerah. Aku menyerahkan hasil ujianku sembari menunduk malu karna aku sadar mungkin mukaku terlihat aneh dan aku tidak sempat pakai make up. Segera ku lihat diriku dan ternyata ada sedikit bercak merah, koh no!.
Motor merahku melaju setengah kencang dan setengah oleng menuju GMC, klinik bagi mahasiswa UGM yang gratis itu hehe. Aku menyampaikan keluhanku dan dokter menyarankan untuk tes darah yang hasilnya baru bisa diambil sore nanti. Diagnosa pertama saat itu sudah pasti demam berdarah dong ya. Aku pulang ke kost dengan lemah, tidak lupa membeli makan dan buah-buahan. Sorenya hasil labku sudah keluar dan dugaannya masih dbd. Si dia mengambilkannya untukku dan menawarkan makan. Sore itu aku dirawatnya. Sangat bersyukur. Tak lama mama datang untuk merawat. Esoknya karna sudah mulai tidak kuat, muka sudah merah dan lebih ke legam. Aku memutuskan untuk cek darah di RSGM. Hasilnya tetap sama, alhasil aku memutuskan untuk pulang ke rumah dan merelakan ujian dua mata uliah tersebut.
Dirawat sekitar dua hari di rumah, ternyata cepat sekali aku sembuh. Satu obat berkhasiat yang aku minum adalah obat cina namanya angkak. Katanya bagus untuk menaikkan trombosit. Rasanya getir banget, sangat tidak enak tapi khasiatnya muantap. Setelah aku tes darah lagi di pmi, hasil trombositku sudah mulai membaik dan ternyata aku sakit campak. Mantap tenan to, ternyata dokter yang di rumah sakit diagnosisnya kalah sama ibu-ibu PMI (suster ya nyebutnya? Yang ambil darah itu lho). Ibu itu begitu masuk dan lihat bercak merahku langsung bilang, "Ini campak mbak, bercaknya beda sama demam berdarah. Gapapa bentar lagi sembuh.". Puji Tuhan banget bukan demam berdarah, udah panik karna tahu penangananku terlambat hehe.
Setelah itu aku kembali mengikuti ujian-ujianku. Namun aku sadar betul, aku tidak maksimal di UAS-ku kali ini. Sangat susah untuk memfokuskan diri di masa-masa pemulihanku. Ada juga satu hari yang dipaksakan untuk datang meski baru agak sembuh. Aku datang diantar dari kotaku ke kampus, lalu pulang setelah ujian. Waktu itu rasanya capek dan saat mengerjakan aku udah punya feeling ngga enak dan mengerjakannya tidak optimal.
Nilai-nilai UAS-ku muncul di hari-hari akhir KKN. Aku sempat kaget karna dua mata kuliah yang kuminta ujian susulan itu keluar dengan nilai "TL" alias tidak lulus huhu. Syok karena aku sudah melampirkan surat izin sebelum ujian beserta surat dokter dan hasil-hasil labku, pun permohonan ujian susulanku sudah kumasukkan sebelum berangkat kkn. Aku mencoba tetap optimis, aku tahu dosen-dosenku tidak sejahat itu.
Sepulang KKN, puji Tuhan aku langsung mendapat kabar mengenai ujian susulan dari pihak akademik. Ternyata banyak juga yang mengikuti ujin susulan akibat terkendala KKN dan hal-hal lain. Inilah pengalaman sakit terhebohku sepanjang masa perkuliahan, karna harus memotong di waktu UAS. Puji Tuhan meski nilai semester itu tidak sebaik nilai di semester sebelumnya tapi untungnya tidak ada nilai yang C. Pengalaman yang seru dan cukup sekali.
I'm so blessed.
Katyacss.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
yuk dikomen