Tampilkan postingan dengan label untuk kumbang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label untuk kumbang. Tampilkan semua postingan

Rabu, 13 Maret 2019

Tetiba Merindu


Entah kenapa akhir-akhir ini aku mulai bosan
Retorika hidup yang monoton menyesakkan
Bangun, duduk mendengarkan teori-teori hijau, jemu, pulang
Tertawa lalu hilang dan kembali termenung
“Apalagi yang harus ku tertawakan?”

Menangkap satu teman
Tidak
Tidak akan
Karena aku sudah berjanji untuk tidak
Pada siapa?
Mungkin semesta
Mungkin Bunga
Yang jelas untukku sendiri

“Kenapa tidak? Kalian manis”
Memang, siapa bilang pahit atau asam?
Kubuat semanis mungkin agar kalian ingin
Tapi tidak untuk lebih atau kesalahan yang sama akan berulang kembali
Ingat aku kupu, bukan keledai atau seonggok daging yang dungu

Selama ini, tak pernah ku melihat atau bahkan merasakan hembus kepak sayap mungilnya
Ah tidak mungil, bahkan sayapnya mungkin lebih besar dan kuat daripada milikku
Hanya saya aku yang lebih dulu terbang menjauh
Seketika berpikir
“Mengapa tak pernah bertemu kumbang, meski tamankami tak berjauhan?”
“Ingin tak ingin, setidaknya  barang sekilas saja kami pernah melihat satu sama lain bukan?”
“Apakah semesta begitu tak ingin?”
“Ataukah dia yang begitu tak ingin?..”

Senin, 23 November 2015

Kamis, 21 Juni 2012

i want to talk with you, self by self, heart by heart. Dude, why you so far away?

tiba-tiba teringat si kumbang kecil
haha lucu sekali, jadi sedikit galau dah. Aku tutup mataku dan terlihat disana memori waktu pangeran itu sedang tersenyum.

Aku tidak tahu mengapa dulu kamu menjadikanku seorang putri, padahal aku tahu aku lebih mirip pengembara yang gagah daripada putri lembut yang lemah gemulai. Mungkin kau melihatnya dari sudut pandang yang berbeda, terimakasih aku sangat menghargainya :)

Kumbang kecil aku ingin bercerita, tahukah kamu aku mengulang kembali segala percakapan yang masih bisa aku ingat. Maafkan aku kumbang, aku terlihat jahat sekali. Ya kau sangat memanjakanku hingga aku menjadi putri kecil manja yang sangat kekanakan. Aku memintamu untuk dewasa agar aku dapat dewasa pula, seperti adik kecil yang minta digendong kakaknya, maaf jika saat itu aku terlalu berat untukmu.

Senyummu, iya, ingat tidak waktu kita duduk-duduk gaje sambil menikmati es degan ( kelapa muda ). Haha waktu itu aku gagal membuatmu tertawa, aku banyak terdiam disana memandangimu yang ah sudahlah. Pantas saja akhir-akhir ini aku sangat ingin untuk minum es degan, haha.

Ingat tidak saat tangan besarmu itu berada di atas kepalaku? haha itu pertama kalinya kamu menyentuhku, woles aja gausa gemeteran gitu :)

tapi perlahan aku mulai jahat, aku tak tahu kenapa.

Aku mulai mengacuhkanmu, mulai memintamu untuk lebih.

Aku menjadi sangat manja saat kamu sedang beradaptasi dengan dunia barumu.

Hal yang aku takutkan terjadi, aku mulai bosan dengan sikapmu dan mulai melukaimu, maafkan aku.

Saat aku kejam, kau hanya diam. Saat aku menjauhimu, kau hanya diam.
Kumbang, itu membuat diriku semakin jahat.
Diammu tak bisa kubaca, matamu tak bisa kupandang.
Saat kau lewat aku tahu kau mengharapkan aku untuk mengucapkan sepatah kata.
Aku tak bisa, sungguh, untuk melihatmu dari sudut mataku saja sudah membuatku hatiku ga karuan, aku takut.

ya, aku takut.

aku takut kau marah padaku
aku takut kau membalaskan semua ini
aku takut kau tidak memaafkanku

tapi seperti biasa, kau pun hanya diam. Mungkinkah lukamu terlalu dalam?

kemarin sewaktu kita bertemu, Tuhan memberi kesempatan untuk kira bicara.
Aku melihatmu, tampak tak suka melihatku.
hmm, aku mulai takut lagi, tapi kali ini aku mencoba untuk tidak menjadi pecundang lagi.
aku mulai mencoba berbicara seperti semua baik-baik saja.
perlahan kau memperhatikan ocehanku, perlahan kau mulai menganggapku
hey, aku bahagia saat itu!
saat kau sudah mulai tertawa, haha aku merasa ada yang mencair di sini.

Tapi ada suatu hal yang berbeda..
aku tak bisa benar-benar membacamu, selengkap-lengkapnya.
kau mulai bersayap :)

ya.. kau terlihat sangat dibutuhkan sekarang
dan kau.. terlihat sedang menargetkan seekor kupu-kupu lain untuk menyembuhkan lukamu.

jangan dia, jangan.
harus aku yang menyembuhkannya!

disaat terakhirpun aku menunggumu untuk memulainya
1, 2, 3, 4, 5, ..
tidak ada yang berubah, kau tetap diam disana.
hmm aku tetap memandangimu dengan diam-diam, yah kau tak pernah tahu kan?

tapi saat kau mellihat ibu kupu-kupu itu...
kau terlihat mencarinya, terlihat begitu peduli
aku tahu aku seharusnya tidak terlalu berharap
seandainya doraemon berbaik hati kepadaku, aku akan meminjam mesin waktunya.
aku akan menjadi aku yang sekarang untukmu dulu

hmm
sudahlah sekian saja kumbang, cukup ini yang bisa aku ungkapkan.
aku tak boleh menulis saat tetes mata ini mengalir bukan?

semoga kau masih sempat membaca ini semua
"jika memang sudah ada yang lain, aku akan mencobanya seperti matematika yang berhenti untuk meminta kita mencari 'X'-nya kembali~"
ya, aku akan mencobanya
love,
#KCl

Jumat, 10 Februari 2012

surat untuk si kumbang kecil


Kepada kumbang kecil yang ku tunggu agar dewasa
Yang selalu pandai mencari madu termanis
Namun gagal membuat kupukupu berhenti menangis

Mungkin kau tak mengerti
Tapi
Cobalah untuk mengerti kata-kataku ini

Senja itu,
Saat aku merasa ini takkan berkembang
Saat aku berhenti untuk berharap kepadamu
Saat aku mengambil keputusan itu

Tak pernahkah kau berfikir
Tentang apa yang ada di benakku
Tentang rasa yang ingin kusampaikan
Tapi aku menunggu, sampai kau menjadi dirimu

Dengarkah engkau?
Saat tetes air mata ini jatuh ke bumi
Tentang bulan yang mencoba terang
Berusaha untuk menyinari hatiku

Lihatkah engkau?
Saat senja berusaha indah
Melukis warnanya hingga aku tertawa
Menghembuskan anginnya agar aku bahagia

Aku tahu kau tak mendengarnya
Aku tahu kau tak melihatnya

Tunggu,
Izinkan aku bertanya
Apakah kau mengerti tentang sebuah tradisi
Untuk mengajak kupu-kupumu terbang ke pelangi?

Baik, aku mengerti kau tidak tahu
Tapi kenapa kau tidak membawa madumu untukku?
Atau membantuku memilih
Tentang warna dan aroma bunga

Kumbang kecil,
Sampai kapan kau akan begini?
Aku menunggumu
Dan aku sadar, itu terlalu lama

Kumbang kecil,
Bisakah kau berusaha ?
Agar semuanya tak berakhir
Agar sebuah rasa tidak kubuang dengan sia-sia


Dengan penuh harap agar kau bermetamorfosis dengan sempurna
-Kupu-

Rabu, 24 Agustus 2011

surat untuk kumbang

kumbanag apa kabar
kumbang tahu kabarku?
saat ini aku sedang yah, tidak begitu baik

kumbang aku menangis, sekali lagi aku menangis untuk pribadi yang sama
kumbang bantu aku terbang,karena saking sakitnya aku menangis,aku tak kuat untuk terbang
kumbang kenapa ,kenapa selalu kupu yang kena?
kupu selalu salah ka?
salah ku terlalu fatal ka?
aku hanya ingin peduli
peduli
menjadi tidak cuek lagi ternyata tidak mudah ya
terhalang
kumbaaaaaaaaaaaang
maaf aku terlalu bersedih
suratku ini menjadi sungguh pahit
jemariku terhenti saat aku hendak menoreh kata-kata untukmu
kumbang hadirlah cepat
bantu aku untuk mencari bunga yang tepat
tempat yang tepat untuk menghapus tangisku dan terlelap

kumbang aku lelah
tolong hapuskan memori ini
atau jadikan aku kupukupu teridah di tamannya

love,
kupu.