Selasa, 12 Maret 2019

Jakarta Underkoper


“Pergi ke Jakarta.” Adalah kalimat yang sejak lama ku takuti di hatiku. Dalam benakku, Jakarta adalah kota yang dipenuhi manusia-manusia ambisius, egois dan melakukan segala cara untuk dirinya atau dapat dipersingkat dengan sebutan orang jahat. Sedari kecil aku suka mengikuti berita di televisi atau membaca berita-berita yang ringan terlihat di internet. Mereka menggambarkan kota itu begitu negatif dan sesak, aku takut kesana.

20 Februari 2019, adalah kali pertamaku pergi menikmati Jakarta seorang diri. Malam-malam sebelum itu, jujur saja aku sempat beberapa kali berlinang air mata dan lesu. Tak seperti biasanya, aku yang senang berpetualang ke tempat baru menjadi pribadi yang enggan. Benar-benar perdana dan seorang diri. Kala itu aku sempat menghubungi saudaraku disana, yang kutahu sudah memiliki hunian yang nyaman dan posisi yang mendambakan. Tapi keluarga adalah tai bagiku, begitu bau. Beberapa kali dan jauh-jauh hari ku hubungi dia melalui aplikasi chatting sejuta umat, hanya centang biru yang ku dapat. Yang lebih bau adalah, saat hari H aku tiba di kota itu, aku tetap mencoba menghubungi, maklum aku benar-benar buta soal Jakarta yang besar, tapi tetap centang biru yang ku dapat. Mengapa tidak menelpon? Karna aku segan jikalau ku telepon, dia masih aktif di meja kerjanya. Oh dan satu lagi, dia balik menghubungiku setelah beberapa hari saat aku sudah di kereta menuju rumah, seakan menunggu waktu ketika aku pulang. Manusia selalu ingin terlihat baik,

Mengapa aku pergi kesana jika aku takut?  Sebenarnya, beberapa bulan setelah aku menganggur aku merasa sepertinya aku perlu mengembangkan sayapku ke kota lain. Jakarta menjadi kota idola para jobseeker karna begitu banyak lowongan yang ditawarkan dan kota itu merupakan tempat menjamurnya kantor pusat korporasi-korporasi di Indonesia.  Hal itu memperbesar peluang kerja bagi makhluk-makhluk jobless untuk meraih harapan. Aku mengulur waktuku untuk kesana dengan alasan aku tak punya siapa-siapa disana dan aku tak pernah kesana sebelumnya, hanya sekali ke Kantor Kementerian Pertanian dan mengunjungi Kick Andy Show dalam rangkaian studi wisata kuliah, tentu saja itu tidak dapat disebut sebagai “berkunjung dan berkeliling”. Resikonya terlalu besar untuk tiba-tiba nge-kost dan hidup tanpa bimbingan seorang pun di kota sebesar itu.

Baiklah mari langsung menjawab pertanyaannya. Aku berangkat untuk mengikuti tes di salah satu perusahaan terbesar di Indonesia, Astra Motor. Meski baru tahap pertama, perusahaan di bawah naungan Astra International ini cukup membuatku berani untuk break my limit. Pikirku “ini perusahaan yang layak untuk dikejar meski harus mengeluarkan banyak biaya dan tenaga, meski harus meraba-raba di kota itu. Aku tahu aku bisa.”. Tidak dipungkiri, pun aku sempat meragu dan bertanya kepada mama, “Ma, tidak apa-apakah aku kesana sendiri? Aku takut aku gagal lagi”. Ya mengingat sudah berbulan-bulan sejak aku lulus strata satu, sudah beberapa tes yang membuahkan kegagalan dan aku sempat down. Hal yang sangat wajar dong, toh aku belum nyampai kesempurnaan. Beliau menjawab, “Ya gak papa, dicoba saja. Tapi gak usah berangkat kalau kamu pesimis.”. Kata-katanya seakan mencambuk jiwa beraniku yang sempat tidur. Aku harus kembali bangkit, berani untuk melangkah. Aku juga bangga kepada mamaku, beliau dengan besar hati melepas putri tunggalnya seorang diri ke kota terpadat di Indonesia, yang juga pernah mebekaskan kesan tidak seru di benaknya.

Kereta menjadi transportasi yang kupilih untuk pergi kesana. Maklum, sebagai seseorang yang belum menghasilkan uang sendiri, pesawat menjadi moda transportasi yang begitu mahal. Kala itu nominalnya sudah mencapai kepala lima dalam ratusan ribu, tabunganku dengan tegas menolaknya. Semenjak lulus aku tidak lagi minta uang saku, hanya kasih Tuhan dan sisa tabungan semasa kuliah yang kugunakan untuk biaya keperluanku. Kalau naik bus, sudah pasti aku tidak sanggup, meski lebih murah. Sudah terbayang berapa kantong plastik yang akan kuisi nantinya. Eh kecuali kalau naik bus patas, aman sih tapi tetap tidak ingin. Fajar Utama Yk menjadi pilihan teraman dan ternyamanku, pun kantong tidak terlalu menjerit. Subuh itu mama mengantarku untuk mengejar Prameks ke Jogja. Setibanya di Stasiun Tugu, kekasihku menyambut dengan senyum hangat untuk membantuku menaikkan barang-barang dan ya namanya juga anak muda, tidak afdol jika tidak bertemu dahulu untuk berpisah meski sementara.

Stasiun Jatinegara, kata temanku lebih dekat turun disitu untuk kemudian ke kostnya di Pasar Rebo. Karna masih jam 3 sore, otomatis temanku belum pulang kerja dan aku belum punya tempat untuk beristirahat. Aku memanfaatkan waktu untuk cek lokasi tes. Jatinegara – Sunter ternyata begitu jauh, astaga. Di lokasi, dengan koper ditangan, baju sangat non formal dan muka capek akibat perjalanan 9 jam, aku memberanikan diri untuk masuk ke gedung Head Office dan bertanya dengan staff disana untuk memastikan gedung inilah lokasi tes-ku nanti. Pak satpam sedikit memandangku aneh, namun untungnya masih tetap ramah. Ia mengira aku baru turun dari pesawat, ku iyakan saja karna aku malas menjelaskan hehe.

Sunter – Pasar Rebo kuarungi dengan tiga kali ojek online. Untungnya aku mendapat driver-driver baik yang tidak membahayakan nyawaku. Malah mereka memberiku tips naik ojol dari lokasi kost temanku yang jauh, mengingatkan untuk berhati-hati dan tetap waspada. “Hati-hati ya neng, tasnya taroh depan.”, katanya hangat. Sempat aku berhenti di PGC, saking ngga tahunya dimana harus berhenti, dan disitu sinyal Tri hilang entah kemana. Bingung bagaimana harus memesan ojol selanjutnya, aku memberanikan diri untuk meminta seorang mbak berhijab untuk membagi kuota internetnya denganku. Baik sekali dia mau, aku menawarkan sekotak susu untuk mengganti jasa baiknya dan dia menolak. Usut punya usut, mungkin dia takut aku memasukkan obat-obat aneh ke dalamnya haha ternyata harus begitu untuk tetap aman di Jakarta ya?

Kanugrahan Rahayu atau kusapa Kanu, teman kristianiku sedari bangku SMA. Dia begitu baik menerimaku di kostnya. Pertama kali aku cerita soal ke Jakarta, dia langsung menawariku untuk tinggal disana. Kami sebenarnya tidak terlalu sering ngobrol karna memang waktu itu sama-sama pendiam, tapi aku begitu bersyukur karna kasihnya padaku. Di kostnya mungkin sebenarnya dikenakan biaya untuk tamu yang menginap beberapa hari, tapi dia terus mengelak dan berkata “Ngga bayar kok kat. Gapapa kok, beneran.”. Dia yang merawatku waktu aku disambut meriang muntah-muntah selepas naik ojol membelah Jakarta tanpa jaket tebal hehe. Tidak berhenti disitu, dia juga memberkatiku dengan membelikanku tiket kereta pulang. Dasar baik!

Begitu riuh, begitu kesanku akan Jakarta. Sebagai seseorang yang besar di kota kecil dan berkuliah di Yogyakarta, Jakarta begitu baru buatku. Setiap orang terlihat terburu-buru, lelah, waspada dan ingin menang sendiri. Motor tidak akan berhenti tepat di belakang zebra cross, bahkan kalau perlu terobos saja lampu merahnya! Trans Jakarta begitu sesak dipadati pekerja yang sibuk dengan handphonenya (thanks Ridho yang mengajariku naik TJ dan download aplikasi Trafi!). Satu hal besar yang kudapat disini, semua orang berjuang dengan sungguh-sungguh. Mereka mengajariku bahwa memang hidup kadang berombak dan kita harus berusaha mendayung dengan kuat. Kalau perlu beli motor penggerak kapal biar jalannya lebih kencang! Tidak dipungkiri, setiap orang pasti memiliki permasalahan yang mungkin tidak terlihat di mata kita but yes, show must go on. Lelah boleh, berhenti sejenak boleh, tapi harus bangkit lagi. Dan setiap perjuanganmu pasti berbuah hasil yang manis di waktu yang tepat.

Aku belajar untuk menghargai hidup lebih lagi. Aku bahagia karna Tuhan menguatkanku untuk mendobrak batas yang kubuat sendiri. Tentu saja Dia tidak membiarkanku sendirian, aku bersyukur atas orang-orang baik yang menjaga, menolong dan menyeponsoriku di perjalanan perdanaku ini. Sabtu di kereta Jayakarta Premium memberiku banyak waktu untuk bersyukur dan berharap. Aku senang aku bisa mengenal Jakarta dan memberanikan diriku lebih lagi. Aku berkata kepada-Nya bahwa aku siap untuk Jakarta esok dan selanjutnya. Entah itukah rencanaNya atau bukan, tapi aku percaya Tuhan menyediakan dan Ia tahu waktu yang terbaik.

Doaku kala itu adalah doa Yabes dalam 1 Tawarikh 4 ayat ke 40:
‘ Yabes berseru kepada Allah Israel, katanya: “Kiranya Engkau memberkati aku berlimpah-limpah dan memperluas daerahku, kiranya tangan-Mu menyertai aku, dan melindungi aku dari pada malapetaka, sehingga kesakitan tidak menimpa aku” Dan Allah mengabulkan permintaannya itu. ’
Dan terjadilah padaku juga.

Akupun berdoa saat ini, seperti pada kalimat kedua dai 2 Tawarikh 26 ayat 5:
‘ Dan selama ia mencari TUHAN, Allah membuat segala usahanya berhasil. ‘
Begitu pun padaku. Amin.

Terimakasih sudah membaca kisahku. Doakan aku dan kehidupan karir ku selanjutnya, okay?

Best regards!
Katya, yang masih menunggu hasil tahap seleksi ke-2 dan petualangan-petualanganku selanjutnya.

Senin, 11 Februari 2019

Bertemu Kembali!

Halo, Hai~
Selamat malam.
Ya, Katya kembali lagi dalam dunia per-blog-an.
Kenapa?
Karena saya sedang mengaggur wkw huf.
Iya teman, aku akhirnya kembali setelah terakhir bloging di jaman SMA. Postingan-postinganku kala itu lucu sekali, khas anak SMA yang lugu wkw. Banyak menceritakan tentang cinta dan kegalauan yang dikemas dengan sok puitis. Gaya lamaku banget. Mengingat kala itu aku sering membaca novel dan tentu saja banyak diantaranya adalah novel cinta-cintaan remaja. Alhasil gaya penulisan terbawa semi-semi pujangga gitu ~

Setelah masuk kuliah, aku sedikit banyak banting setir dari dunia ke-introvert-an ku. Ya gimana lagi, awalnya aku mau tetap ngga sepeduli itu dengan orang-orang, mau kuliah-pulang-baca novel dan hal-hal tanpa interaksi lainnya but it seems so impossible. Hadeuuuh geng ngga sanggup kalo dikuliah se ansos itu. Semester pertamaku aku masih ngga peduli kan ya, tapi ternyata jadi bener-bener ngga punya teman, literally have no one to depend or else. 

Jadi semester selanjutnya aku mulai terbuka. Aku mulai aktif di organisasi, ikut kepanitiaan ini itu dan tersedotlah aku ke dunia persilatan kepanitian kampus feat organisasi a.k.a no life. But it was good tho! Ya karna ternyata semenyenangkan itu benar-benar punya banyak teman, banyak hal yang bisa diterima, dibagi, dipelajari dan digibahkan, em maksudnya di diskusikan. Banyak info baru, banyak skill baru yang ditambah dan banyak mengenal berbagai tipe kepribadian manusia.
Cuman ya, segala sesuatu ada masanya. Ada masa mengebu-gebu puol, ada masa sepi sekali huhu. Kenapa ngga ada masa yang sedang-sedang aja gitu si, yang ngga sibuk-sibuk banget tapi ya ngga gabut gitu?

Masuk semester 7, setelah KKN, manusia yang awalnya no life akibat sudah demis dari organisasi dan udah ngga diterima pensiun dalam kepanitiaan akhirnya selo bosque. Istilah kerennya "lebih serius kuliahnya". Awalnya seneng sih, kelas dah tinggal dikit, mulai ngerjain skripsi dan banyak waktu senggang. Cuman lama-lama bosen buanget cuy! Terbiasa memiliki banyak kegiatan dalam 24
jam membuatmu menjadi pribadi yang suka membuat skema kerja biar target kerja tercapai. Pernah dalam sehari aku seperti ini:
https://twitter.com/katyaCss/status/1085865153445257216

Iya geng, aku jadi suka memilah-milah waktuku dan melakukan segala sesuatu secepat dan seefektif mungkin. Ongkang-ongkang kaki hanya malam waktu udah selesai "main" di sekre atau memang day off. Punya banyak waktu luang setelah undur dari hiruk pikuk kehidupan mahasiswa aktif membuat saya merasa kosong. Iya, hampa aja gitu, terlalu gabut. Rasanya kayak keramaian kemarin hanya sebuah cerita sisi lain kehidupanku dan aku kembali ansos, selayaknya diriku dulu. Masuk semester akhir kuliah itu bener-bener ya cuman ngumpul sama teman se tongkrongan aja, teman "biasa" mulai jarang ditemui karna kelasnya udah beda-beda. Jarang ngumpul di sekre karna mulai sibuk skripsi, terus lama-lama jadi enggan datang karena ngga kenal anak baru. Akhirnya cabut kos dan ya dunia sesepi itu, se-tidak-menggairahkan itu.

Aku mulai rindu hari-hari aku punya target perkuliahan dan organisasi. Rindu lari-lari dalam persiapan kepanitiaan. Rindu tergesa-gesa masuk ke kelas pagi. Rindu tugas praktikum yang seringnya kukerjakan dengan gerutu. Rindu tangan penuh cat dikala mural. Rindu produktif. 

Aku merasa kekosongan ini akan segera selesai, disaat aku mulai bekerja.
Tapi ya hidup kadang memberimu kejutan.
Sudah hampir 6 bulan aku begini-begini aja.
Meski udah berjuang melakukan yang terbaik.
Ha.
Aku udah cape beberapa waktu yang lalu bersedih.
Harus tetap positif!
Maka dari itu, here I am. 
I am back to share my story again !
May you guys glad for it.

Regards, 
Katya.

Selasa, 19 Februari 2013

Rasa untuk kumbang itu

Hey pujangga apa kabar ?
Aku punya kisah lagi, tentang satu kumbang yang sangat aku sayang selama beberapa tahun terakhir.
Em sayang, kisahku ini membuatku cukup meneteskan air mata selama seminggu terakhir.

Dia, kumbang yang baik, dan manis sekali. Kami pernah menjadi sangat indah sampai suatu hari kupu merasa ingin dewasa. Kupu memberinya kata-kata yang kupu sendiri tidak tahu kenapa kupu berbicara begitu. Dan sedihnya, luka itu kumbang pendam dan tidak menceritakannya pada kupu agar kupu bisa menyembuhkannya.

Waktu berlari dengan cueknya, dan aku, kupu, sama cueknya dengan si waktu. H ah kupu menyesal !

Kupu selalu sensitif dengan kumbang ini, karna kupu terlalu sayang, hey kumbang ini berharga sekali untuk kupu!

Kupu menjadi saaaaangaaaat manja, karna kupu tidak sadar kumbang terluka. Kupu selalu meminta bertemu, tapi kumbang tidak pernah datang. Itu sering membuat kupu kesal dan menyindirnya agar sadar, tapi kumbang menangkapnya sebagai hinaan. Hem kumbang, aku hanya kecewa, dan aku rasa kumbang tak pernah mengerti!

Sekarang, kumbang itu sedang menjaga jarak dengan kupu, hey aku mau sembuhkan lukamu !

Kumbang tau kenapa aku menolak untuk hal-hal yang dulu itu? Kupu mulai cinta sama kumbang. Kupu ga pernah mau cuma gara-gara perasaan, kedekatan kita menjadi beda. Kupu tak pernah secara jujur mengaku ingin lebih kan ? Karna kupu tak mau saat kita putus kita menjadi musuh.

Tapi ternyata sekarang begini, kupu sedih sekali.
Ingat saat kupu memanggil kumbang kemarin pagi dan kumbang enggan mengangkat? Itu menyakitkan sekali.
Ingat saat kupu memohon kepada kumbang ? Itu rasa malu terakhir yang kupu punya, itu keberanian terakhirku !

Tapi..
Kumbang bilang apa ? Apa yang kumbang lakukan?!
Kupu selalu ingin memberi tahu kumbang bahwa kupu sangat sering menangis demi kumbang !

Kumbang, DBL tahun ini tolong datang.

"Aku selalu mengingat dan menginginkan senyummu sejak pertama kita bertemu"

Dengan penuh rasa,
Kupu.

Senin, 26 November 2012

Galau? Ngga deh~

Hey my blog
hahaha lamaa banget aku ga posting apapun, kangen deh *peyuk*

eh hari ini aku ulang tahun lo, yang ke tujuhbelas. Aduh jadi berasa tua deh. Yaa seneng sih, tapi belum kerasa gregetnya tujuhbelas tahun. Aah jadi galauuu~

eh tapi kita ga boleh galau!

Yap, belakangan ini ngetrend banget yang namanya galau, apalagi buat kaum ABG labil atau remaja kece kayak aku ,ahay! Dan masalah kegalauannya pun beragam, mulai dari yang wajar sampe yang diluar akal sehat. Remaja oh remaja~

Nah karena keprihatinan akan virus kegalauan tersebut, aku mau bagi2 tips buat ngilangin galau. Monggo disimak :D

1. Bilang "Aku galau"
Ya, percaya ga percaya, kata2 singkat kayak gitu bisa bikin mood naik dikit, apalagi kalo ada yang jadi telinga penampungnya, lanjut curhat deehh.

2. D O A
Iya, klise banget, doa. Kalo kamu masih ngaku punya agama, doa jadi pilihan paling kece. Percayalah curhat sama Tuhan lebih melegakan daripada sama manusia, apalagi sama manusia berjenis kompor yang bukannya bikin tenang malah bikin tambah uring-uringan, parah badai !

3. Nangis
Hahaha, cewe banget sih tapi ampuh kok! Orang kan nagis bukan karena lemah men, tapi karena nangis adalah ekspresi paling totalnya manusia yang udah gatau lagi harus gimana, klimaks banget! Nangis juga bisa bikin lega, selega berhenti cegukan satu jam.

Nah yang terakhir, paling gampang tapi ga kalah ampuh!

4. Tidur.
What? Tidur? Kenapa? Ya habis kalo tidur enak :D. Tidur adalah pembangkit mood paling bagus dan bikin sehat. Sewaktu tidur, badan kita ngereparasi diri secara alamiah. Tapi alasan kuat aku kenapa milih tidur buat penghilang galau karena kalo tidur, ntar waktu bangun bakal lupa galaunya tadi. Simpel.

Yah cukup deh tips dari aku, selamat praktek ya makhluk galau Indonesia. Ingat jika galau berlanjut, hubungi pacar terdekat!

GBU !

Kamis, 21 Juni 2012

i want to talk with you, self by self, heart by heart. Dude, why you so far away?

tiba-tiba teringat si kumbang kecil
haha lucu sekali, jadi sedikit galau dah. Aku tutup mataku dan terlihat disana memori waktu pangeran itu sedang tersenyum.

Aku tidak tahu mengapa dulu kamu menjadikanku seorang putri, padahal aku tahu aku lebih mirip pengembara yang gagah daripada putri lembut yang lemah gemulai. Mungkin kau melihatnya dari sudut pandang yang berbeda, terimakasih aku sangat menghargainya :)

Kumbang kecil aku ingin bercerita, tahukah kamu aku mengulang kembali segala percakapan yang masih bisa aku ingat. Maafkan aku kumbang, aku terlihat jahat sekali. Ya kau sangat memanjakanku hingga aku menjadi putri kecil manja yang sangat kekanakan. Aku memintamu untuk dewasa agar aku dapat dewasa pula, seperti adik kecil yang minta digendong kakaknya, maaf jika saat itu aku terlalu berat untukmu.

Senyummu, iya, ingat tidak waktu kita duduk-duduk gaje sambil menikmati es degan ( kelapa muda ). Haha waktu itu aku gagal membuatmu tertawa, aku banyak terdiam disana memandangimu yang ah sudahlah. Pantas saja akhir-akhir ini aku sangat ingin untuk minum es degan, haha.

Ingat tidak saat tangan besarmu itu berada di atas kepalaku? haha itu pertama kalinya kamu menyentuhku, woles aja gausa gemeteran gitu :)

tapi perlahan aku mulai jahat, aku tak tahu kenapa.

Aku mulai mengacuhkanmu, mulai memintamu untuk lebih.

Aku menjadi sangat manja saat kamu sedang beradaptasi dengan dunia barumu.

Hal yang aku takutkan terjadi, aku mulai bosan dengan sikapmu dan mulai melukaimu, maafkan aku.

Saat aku kejam, kau hanya diam. Saat aku menjauhimu, kau hanya diam.
Kumbang, itu membuat diriku semakin jahat.
Diammu tak bisa kubaca, matamu tak bisa kupandang.
Saat kau lewat aku tahu kau mengharapkan aku untuk mengucapkan sepatah kata.
Aku tak bisa, sungguh, untuk melihatmu dari sudut mataku saja sudah membuatku hatiku ga karuan, aku takut.

ya, aku takut.

aku takut kau marah padaku
aku takut kau membalaskan semua ini
aku takut kau tidak memaafkanku

tapi seperti biasa, kau pun hanya diam. Mungkinkah lukamu terlalu dalam?

kemarin sewaktu kita bertemu, Tuhan memberi kesempatan untuk kira bicara.
Aku melihatmu, tampak tak suka melihatku.
hmm, aku mulai takut lagi, tapi kali ini aku mencoba untuk tidak menjadi pecundang lagi.
aku mulai mencoba berbicara seperti semua baik-baik saja.
perlahan kau memperhatikan ocehanku, perlahan kau mulai menganggapku
hey, aku bahagia saat itu!
saat kau sudah mulai tertawa, haha aku merasa ada yang mencair di sini.

Tapi ada suatu hal yang berbeda..
aku tak bisa benar-benar membacamu, selengkap-lengkapnya.
kau mulai bersayap :)

ya.. kau terlihat sangat dibutuhkan sekarang
dan kau.. terlihat sedang menargetkan seekor kupu-kupu lain untuk menyembuhkan lukamu.

jangan dia, jangan.
harus aku yang menyembuhkannya!

disaat terakhirpun aku menunggumu untuk memulainya
1, 2, 3, 4, 5, ..
tidak ada yang berubah, kau tetap diam disana.
hmm aku tetap memandangimu dengan diam-diam, yah kau tak pernah tahu kan?

tapi saat kau mellihat ibu kupu-kupu itu...
kau terlihat mencarinya, terlihat begitu peduli
aku tahu aku seharusnya tidak terlalu berharap
seandainya doraemon berbaik hati kepadaku, aku akan meminjam mesin waktunya.
aku akan menjadi aku yang sekarang untukmu dulu

hmm
sudahlah sekian saja kumbang, cukup ini yang bisa aku ungkapkan.
aku tak boleh menulis saat tetes mata ini mengalir bukan?

semoga kau masih sempat membaca ini semua
"jika memang sudah ada yang lain, aku akan mencobanya seperti matematika yang berhenti untuk meminta kita mencari 'X'-nya kembali~"
ya, aku akan mencobanya
love,
#KCl

Rabu, 20 Juni 2012

DEPAPEPE

Syaloom cemans cemans
Salam kupu-kupu kumbaang >,<
Hahaha habis pulang kemah ni, bahagia banget rasanya. Tapi sebel juga kemah kemarin cuma banyak di tenda, pengen ikut wide game sama outdoor game tapi udah kebanyakan orangnya, yaudah ngelah deh, huhuhu.
Terus bahagianya kenapa dong?
  ya itu tadi, kemahnya udah selesai! Kan udah ga kadi anak pramuka lagi, udah bebas dari organisasi berlabel wajib itu, haha. Ga tau kenapa dari dulu aku ga doyan sama yang namanya pramuka. Ya kenapa coba kudu semua anak kelas satu ikut pramuka, kan ga semuanya suka. Ga semua doyan bikin tulisan naik-turun-naik-turun (sandi rumput), kibar-kibarin bendera kuning merah buat kasih kode, ga mudeng kakaak !

Oke oke, cukup ngedumelnya. Setelah overtired dan oversleep, aku langsung online, tiba-tiba keinget satu nama "DEPAPEPE". Bukan itu bukan nama mantan saya, bukan juga nama mantan pembantu saya. Itu nama duo gitaris asal negeri sakura, Jepang.
kenapa namanya aneh gitu?
suka-suka mereka doong!!
Tapi tenang aku tau jawabannya. Nama "DEPAPEPE" diambil dari nama kedua personilnya,
Miura Takuya (三浦拓也) - Depa 

dan
Tokuoka Yoshinari (徳岡慶也) - Pepe,

DAN

JADILAH


DEPAPEPE
*prokprokprok

Hahaha, gaje gila, tapi hebat kan aku bisa tauu?? dari wikped sih *ups. hihi, oke deh lebih lengkapnya ada dihttp://id.wikipedia.org/wiki/Depapepe

Pertama kali aku denger lagu mereka itu waktu mereka tampil di dahsyat, tahun berapa ya, aku lupa :D . mereka main gitarnya keren abis. Walau ga ada liriknya, tapi alunan lagu mereka ngebuat kita tau apa yang mereka ceritain. Teknik main gitar mereka juga ga abal-abal guys, level pro dah. Yang paling sering main melodi si Takuoka, kalo liat cara mainnya wuuh rasanya gampang banget dia pindah-pindah jari dari fret satu ke fret yang lainnya. 

Lagu pertama yang aku dengerin dari "DEPAPEPE" adalah "ONE". Kalo aku nangkepnya sih ini lagu bercerita tentang suatu hal yang menjadi penyemangat, satu aja yang bisa, cuma satu, gitu. nih videonya
one 

Bagus kan?? Tenang lagu-lagu mereka masih banyak lagi. Mereka juga suka covering lagu-lagu yang lain, aku paling suka waktu mereka covering lagu ostnya kartun doraemon, keren banget pokoknya. Mau donlot?? Bisa cari disini nih.
Oke deh segitu dulu, happy listening guys
God bless you :)

#KCl

Jumat, 01 Juni 2012

a day for remember

Hello guys, udah lama banget aku ga update blog ini, debunya udah sampe di langit-langit nih, hahaha
oke hari ini hari terakhir aku belajar di kelas sepuluh nih, rasanya baru kemaren aku ngedumel masuk di kelas ini, eeh taunya udah mau kelas sebelas aja, cepet banget cyyn..
Iya iya awalnya aku ga nyaman sama ini kelas, habisnya kan waktu mos aku di kelas lain. Tapi guys, setelah 11 bulan aku disini, berkesaaan banget, anak-anaknya nih ya ga ada yang sama, beda semua, ngaco semua, yah ada yang ga ikutan sesat juga sih pokoknya gela abis. Nih ya ada yang ngeyelnya setengah mampus, ada yang lebaynya ga ketulungan sampe ada yang tiap menit minta maaf , yah ga tiap menit juga sih, lebay amat lu kat.
Kelas ini emang paling beda sama , paling jago kalo ngerayu guru apa lagi kalo nunda ulangan paling penuh juga sama yang namanya ngejelek-jelekin teman buat seru-seruan. Pernah di semester satu sehabis obade 17an kita minta berjam-jam pelajaran buat tidur-tiduran ga jelas gitu dah. Hum kangeen.

Balik ke hari ini, sebelum masuk kelas aku disuruh berhenti dulu buat di poto. Udah eksyen khas anak lebay gitu eh dibilang muka bangun tidur, memang mata ga bisa bohong. hari ini aku berangkat pagi ,iya iya biasanya berangkat telat-telat. Habisnya mau gimana lagi, hari ini ada 3 mapel yang ulangan man, jadi yah cari aman aja dah, hahahaha.

Singkat saja sodara-sodara, hari ini sangat aneh, dari alur perubahan mood setiap anak di kelas sampe capeknya kami untuk belajar. Mungkin di setiap kami memang memiliki satu perasaan yang sama, takut untuk kehilangan.
Memang suatu perpisahan itu menggores suatu luka, suatu rasa dimana kita sangat tidak ingin untuk tidak tertawa bersama di ruangan ini.
Hari itu mengecoh, terlihat biasa padahal memiliki cerita. Terlihat tak sempurna padahal luar biasa.
Di hari terakhir kita baru sadar betapa berharganya setiap detik yang kita lewati bersama, setiap menit tawa yang kita merekah di wajah kita, tiap tetes tangis yang mengalir ke seragam kita dan setiap hening yang kita simpan.
kita boleh berpisah , tapi kita tak akan terpisah .. :)
Yeah guys, just close your eyes and remember all the time we spend together. This is a day for remember
ciao!